Optik K2 Indonesia - Artikel Kesehatan Mata
Hubungi Kami: +62811-6402-030
Info Produk

Jenis Lensa Kacamata: Bedanya Minus, Plus, dan Silinder

Penulis: Tanggal: 03 September 2026

Kalau kamu baru pertama kali periksa mata dan dokter bilang kamu butuh kacamata, mungkin kamu langsung bingung waktu dengar istilah “minus”, “plus”, atau “silinder”. Ketiganya memang sering disebut bareng, tapi fungsinya beda-beda lho. Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu makin paham!


Lensa Minus: Buat Kamu yang Susah Lihat Jauh

Lensa minus, atau yang dalam istilah medisnya disebut lensa konkaf, dipakai oleh orang-orang dengan kondisi miopi alias rabun jauh. Ciri-cirinya? Objek yang jauh kelihatan buram, tapi yang dekat masih jelas.

Lensa minus punya bentuk yang lebih tipis di tengah dan lebih tebal di pinggir. Di resep kacamata, lensa ini ditandai dengan angka negatif, misalnya -1.00, -2.50, dan seterusnya. Semakin besar angkanya (makin jauh dari nol), artinya tingkat rabun jauhnya makin tinggi.


Lensa Plus: Buat Kamu yang Susah Lihat Dekat

Kebalikan dari lensa minus, lensa plus atau lensa konveks digunakan untuk kondisi hipermetropi alias rabun dekat. Orang dengan kondisi ini biasanya kesulitan membaca tulisan kecil atau melihat objek yang ada di dekatnya.

Lensa plus lebih tebal di bagian tengah dan tipis di pinggir. Di resep, angkanya ditulis positif, seperti +1.00 atau +2.00. Lensa jenis ini juga sering dipakai untuk kacamata baca, terutama bagi orang yang sudah mulai mengalami penurunan fungsi penglihatan jarak dekat seiring bertambahnya usia (presbyopia).


Lensa Silinder: Buat Mata yang “Tidak Bulat Sempurna”

Nah, ini yang sering bikin orang bingung. Lensa silinder digunakan untuk mengoreksi astigmatisme, yaitu kondisi di mana kornea atau lensa mata tidak berbentuk sempurna bulat, melainkan sedikit lonjong atau melengkung tidak merata.

Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak fokus di satu titik, sehingga penglihatan jadi buram atau “dobel” di semua jarak, baik dekat maupun jauh. Lensa silinder punya kelengkungan berbeda di tiap sisinya untuk mengimbangi bentuk kornea yang tidak rata tadi.

Di resep kacamata, lensa silinder ditandai dengan huruf CYL (cylinder) dan biasanya disertai angka AXIS yang menunjukkan arah koreksinya. Menariknya, seseorang bisa punya kombinasi, misalnya minus sekaligus silinder dalam satu lensa.


Bisa Dikombinasikan?

Jawabannya: bisa banget! Banyak orang yang punya lebih dari satu jenis koreksi sekaligus. Misalnya, kamu bisa punya minus + silinder, atau plus + silinder dalam satu kacamata. Makanya, saat beli kacamata, penting banget untuk periksa mata dulu secara menyeluruh dan tidak asal beli frame dengan lensa standar.


Kenapa Penting Tahu Perbedaannya?

Memahami jenis lensa kacamata bukan cuma soal istilah teknis. Dengan tahu perbedaannya, kamu bisa lebih paham kondisi matamu sendiri, lebih mudah komunikasi dengan optisi, dan pastinya lebih bijak dalam memilih kacamata yang tepat.

Yang perlu diingat, pemilihan lensa harus berdasarkan hasil pemeriksaan mata yang akurat. Jangan sampai salah pilih lensa karena bisa bikin mata makin tidak nyaman.

Kalau kamu mau periksa mata atau konsultasi soal lensa yang paling sesuai, kamu bisa lihat daftar cabang Optik K2 untuk menemukan lokasi terdekat dari kamu!